Sumber : Tribun Kaltim

Baju Takwo Bubuhan Identitas Balikpapan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kebudayaan memang suatu hal yang secara terus menerus akan dilestarikan dan menjadi suatu kebiasaan. Seperti pakaian adat yang selalu dikenakan dalam acara adat dan pernikahan. Balikpapan sendiri memiliki berbagai suku dan juga beragam pakaian adat. Namun kali ini tim Gulung Janebora akan membahas mengenai pakaian khas Balikpapan yaitu Baju Takwo Bubuhan Balikpapan.

Seiringan dengan HUT Balikpapan, baju ini untuk pertama kalinya diperkenalkan sebagai identitas Balikpapan. Baju Takwo Bubuhan Balikpapan ini tercipta dari paduan antara baju adat Kutai dan Melayu. Takwo memiliki arti baju penutup aurat, sedangkan bubuhan berarti teman-teman Balikpapan.

Diharapkan baju takwo bubuhan Balikpapan ini akan dikenal dan diminati oleh seluruh masyarakat sebagai identitas kota Balikpapan.

Arita Rizal Effendi yang merupakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Balikpapan menjelaskan sejarah mengenai latar belakang dari baju takwo bubuhan ini. Untuk diketahui dulunya Balikpapan (termasuk di dalamnya Samarinda, Bontang, Kutim, Kubar, Maluhu) termasuk juga dalam wilayah Kabupaten Kutai dan kekuasaan Kerajaan Kutai. Penduduknya selain suku Kutai juga didiami orang Banjar atau Melayu.

Menurut Arita alasan adanya tambahan motif mangrove, bawahnya motif Balikpapan. karena Balikpapan dikelilingi oleh teluk Balikpapan dan terdapat pula hutan mangrove. Sedangkan untuk kopiahnya beruang madu, jadi flora dan fauna Balikpapan juga ada di baju Takwo ini.

Hayo, kalian sudah punya belum baju Takwo Bubuhan khas Balikpapan ini??

Selain baju khas Balikpapan juga punya oleh-oleh khasnya lho, semuanya tersedia di outlet bolu Gulung Janebora yaa..

 

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Artikel Lainnya

Leave a Comment